Senin, 11 Juni 2012

~" HUJAN LEBAT DIRELUNG BUMI "~

Disudut-sudut awan terlihat hitam gelap
Angin kencang melingkar keatas dan kebawah kaki langit
Pertandan isi bumi kembali terjerembab oleh hawa dingin
Disapu oleh hujan deras didataran bumi

Aku bersama jutaan jiwa menyaksikannya
Sang cakrawala melintas terbata-bata
Garis-garis bening menggerutu membasahi alam
Dan, pelangi tak berani muncul ditepi langit

Sementara itu, dinginnya terasa menusuk tulang
Membungkus waktu yang sangat lama
Hingga mata haripun tak mampu meronta
Memperlihatkan wajah-wajah cerahnya

Gelap itu menguasainya
Ia menguasai alam dalam relung bumi
Tak memberi kesempatan pada panas
Hingga keriangan mentari seolah kalah dari awan-awan hitam itu

Ohhww sang pencipta hujan..
Akankah ini terus berlanjut dalam kekesalan jutaan jiwa
Kekesalan diwaktu derasnya hujan tak henti
Hingga ketepi senja yang juga tak mau tampak karena kelebatannya

Ohhww sang pencipta hujan..
Dipenghujung muara langit bercorak kesal
Membumbung dan merambah kedalam hawa dingin itu
Berkelebat disudut kelopak bumi yang kesal

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Senin 11 Juni 2012, Pukul 15:45 Wita.

Jumat, 08 Juni 2012

~" DIBALIK KEMUNAFIKAN DAN KERAPUHAN "~

Aku terpengah dan tercengang dalam diam seketika
Kutelusuri relung-relung kehidupan ini
Banyak kepalsuan dan keniscayaan terukir
Mendekam dalam pelit dan getirnya perjalanan hidup

Wajah-wajah berlumur dosa banyak kudapatkan disana
Bersandiwara dalam kemunafikan dengan gegarnya
Nafsu-nafsu bergentayangan
Hingga melingkari akal-akal para manusia

Aku tertawa bersama hawa-hawa fana
Namun akupun ragu dan terbata-bata dalam getar
Betapa banyak insan tak bermoral yang terlihat
Mempertontonkan kenistaan diri dalam lumuran noda

Selimut-selimut alampun mengakuinya
Para manusia saling memaki, memfitnah, dan saling membodohi
Berdusta dalam kecaman pahit
Karena sungguh konsistensinya tak terpahami

Tapi tak kusangkali, banyak juga do'a yang dipanjatkan
Banyak juga keberpihakan kepada yang benar
Memuliakan hidup mereka dengan irama tenang
Mempentalkan sejuta pinta dan harap dalam ketukan do'a

Tapi, cobalah saudaraku semua telisik...

Betapa banyak juga yang berdo'a untuk masuk surga
Namun kelakuannya tak terpuji
Betapa banyak dari mereka yang tidak ingin keneraka
Tapi kelakuannya melebihi panasnya neraka

Apakah ini penggalan keabdian?
Apakah ini pertanda keburukan?
Hanya manusia dan tuhanlah yang tahu jawabannya
Sungguh manusia dan tuhanlah yang mengetahuinya

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Sabtu 09 Juni 2012, Pukul 13:20 Wita.

~" SENJA ITU SUNGGUH INDAH "~

Hawa-hawa siang itu memang menggerutu
Berbeda dengan jelang senja yang indah
Karena disitu angin-angin menerpa membwa angan indah
Sungguh sangat indah,, Indah sekali

Disana juga kulihat seceplok mentari kemerahan
Tepat ditepinya kulihat tanjung bertengger
Seonggak pelangipun menggeliat
Melingkar lalu melengkung,, Sungguh sangat indah

Lalu kuarahkan pandanganku kesudut Cahaya kemerah-merahan
Awan terkupas tipis
Membumbung semerbak gerimis
Hingga merambah keseluruh lingkaran matahari itu

Ohhww sang senja....
Memang wajahmu indah
Menyejukkan hati dan menyekat kepedihan sang siang
Menyelinap kedalam senja-senja indah itu

Ohhww sang senja...
Memang auramu menenangkan relung jiwa
Meronai rasa dalam igauan dan meliung-liung ditepi langit
Sungguh senja-senja itu indah

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Kamis 07 Juni 2012, Pukul 15:50 Wita.

Minggu, 03 Juni 2012

~" HARAPKU MALAM INI "~

Saat sang gelap mulai menggelayut
Hanya tersisa hitam dan secercah sinar bulan
Ia tertunduk nantikan Surya yang sedang terlelap
Sambil Menepuk bahuku yang mulai letih dan jenuh
Jenuh, karena rutinitasku

Kantup matakupun mulai terasa berat
Hingga tak bisa terjaga diangan indahku
Namun tanganku tetapmenggenggam erat
Sungguh aku menggenggamnya dalam tangan malam
Yang berkemayu dipelatup-pelatu sangan cakrawala malam

Meski tak bersama malam ini
Namun tetap merambah dalam kehangatan malam
Yang terasa dari tiupan nafas indahmu
Hingga menjajaki angan potretmu yang masih bercahaya
Bergegar dalam sanubari keteringatan

Oohhhw,, Malam gelap pancarannya
Kubawakan aura kemilau dari ruang kalbuku
Mungkin tak seterang mentari
Namun tak juga redup karena gelap
Hingga Iringi Getaran-getaran rindu

Oohhhw malam gelap
Semoga senyumnya malam ini tetap terpancar dalam mimpiku
Hingga terucap kata nan syahdu alam bawah sadarku
Merelungi kepingan utuh dalam sanubari
Yang terpatri didasar hati dengan kokoh

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Minggu 03 Juni 2012, Pukul 20:39 Wita.

~" SADAR DISUDUT DOSA "~

Disela-sela kelalaianku yang terjadi
Banyak buih noda dan dosa
Tergenggam erat ditangan iblis
Menapaki ruang-ruang aliran darah dan fikirku

Disana, pada diri generasi muda itu juga banyak yang lalai
Banyak sekali yang tak sadar
Mengikuti nafsu burahi
Pendamba dan penghamba Iblis

Mengapa demikian?
Aku bertanya pada semua
Apakah Aku dan mereka lalai karena kebodohan yang melalaikan
Sungguh apakah itu yang terjadi?

Mengapa demikian?
Aku bertanya pada lirik-lirik hati yang dalam
Ohhw sang pencipta
Apakah ini karena petunjukmu tak kami laksanakan?

Banyak dosa dan noda
Hingga Aura wajah tak lagi bercahaya
Mungkinkah hanya kesadaran yang kami abdikan
Sungguh kami banyak noda dan dosa

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Minggu 03 Juni 2012 16:10 Wita

Sabtu, 02 Juni 2012

~" DISUDUT JAWABAN RASA "~

Terlintas ingatanku tentang itu
Yah, itu adalah kenangan
Tentu kenangan dan kesan yang merelungi fikirku
Sungguh aku mengingatnya

Terbesit dalam benakku akan keberanianmu
Aku sadar kau pantas
kelelahan menemanimu menanti
Dan, arungi dirimu dengan setia menunggu

Ohhhw.. sang pencipta rasa
Aku memendam rasa yang belum terucap
Hanya membuat diri ini tak jujur
Dan, hati ini hanya bisa memberontak
Aku yakin dalam intuisi engkau memohon
untuk mengetahui isi hati ini

Ohhhw..sang pencipta rasa..
Memang hati ini selalu lemah
Jenuh, letih dan meredup di kelopak rasa
Jiwapun terbungkus dan rapuh
Dan kusadari, Perasaan akan selalu terpendam jika belum terbalas
jika diri ini takkan bisa jujur, maka tak ada yang bisa dipersalahkan

Mungkin penantianmu melelahkan
Namun intuisi dan relung hati ini yakin akan memilihmu
Dimana kita berdua akan menyatukan rasa yang sama
Menjadi satu hati dikala senang dan susah hingga akhir hayat

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Sabtu 02 Juni 2012, Pukul 14:29 Wita.

Jumat, 01 Juni 2012

~" DIRIKU DAN TULISANKU "~

Aku bertanya Pada kalian sahabatku
Mungkinkan ada yang bertanya tentang aku, jika aku tak pernah mengukir tulisan dibranda ini..?
Mungkinkah ada yang mencari namaku, jika aku tak pernah memberi kesan di beranda ini..?
Ataukah ada yang bertanya padaku, dan mengatakan mana lagi karya-karyamu..?

Jari-jariku telah berani menulis diriku
Namun tulisanku bukanlah diriku yang sebenarnya
Mungkin diriku adalah kumpulan potensi hina
Yang memiliki banyak gumpalan-gumpalan noda

Jari-jariku memulainya dengan tanya dalam kata
Aku dan tulisanku
Sungguh diriku adalah insan yang mengendalikan
Sedangkan tulisanku adalah fitrah dari karyaku

Jari-jariku membuatnya dengan fikirku
Tapi bukan, dan tidak dengan diriku
Karena diriku adalah susunan tulang buih-buih dosa
Yang mungkin tak dapat kupertanggungjawabkan

Adalah karena diriku juga bukan milikku,
Lalu tulisanku bukan pula milikku
Mungkinkah ada kawan yang pernah menerima aku yang tak sama dengan tulisanku?
Pun sucilah bait-bait kata yang kutulis

Tulisanku mengasih tahu pun kedubia
Berderet ketidak sadaranku menukiknya
Bahkan aku tak pernah menyatu, yang sama
Dengan tulisanku di Beranda ini
Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Jumat 01 Juni 2012, Pukul 20:49 Wita