Senin, 15 Oktober 2012

~" MATAHARIKU "~

Sampul-sampul senyum itu menyapa kembali
Menggugah hati, semangat pagi
Menapaki ruang  rindu yang meriangi
Hingga aku tak terusik lagi
Engkau memang matahari duniaku

Matahariku,
Jiwa dan ragaku ceria
Senyum indahmu kembali memancar membahana
Merelungi hatiku yang sedang menanti kala

Matahariku,
Memukau indah di pelupuk mentari
Menutup segala penat yang terasa kini
Menjunjung harap dalam sanubari

Matahariku,
Bertahanlah beriku senyum indah
Agar semangat tetap terajut membuncah
Hingga aku benar-benar tak berkeluh kesah

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju-Sulawesi Barat, 16 Oktober 2012.

~" JIWA MERONTA "~

Jiwa meronta 
Hati gelisah menghentak
Fisik bergegar 
Saat hak-hak di abaikan,
Seolah, bersiap membongkar batu karang di depan mata
Yang kokoh dan besar

Aku meronta dan tak peduli
Meskipun sekebal baja
Meskipun stinggi bukit
Namun, aku tetap menongkah
Menjadi kesatria tangguh

Jiwa meronta
Saat melihat mereka yang tak pernah peka dan terus menyengsarakan
Tak adil dan serakah,
Mengucap manis, tapi dibelekang pendusta
Munafik dan tak bisa dipercaya

Jiwa meronta-ronta
Melihat realita hidup yang memiriskan
Dulu, menjanjikan kesejahteraan
Dulu, menjanjikan keadilan
Tapi nyatanya tidak,
Kerakusan dan keserakahan tetap terpelihara

Jiwaku terus meronta-ronta
Melihat ketidak adilan ini
Sungguh terus meronta.

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Kamis, 11 Oktober 2012, Pukul 13:33 Wita.

~" TETAP BERKARYA DALAM DUNIAKU "~

Meski banyak cemohan yang terdengar sana sini
Banyak olok-olokan yang membising di telingaku
Bahhkan menyudutkanku
Tentang lukisan-lukisan puisi yang terus kucipta

Banyak memang,
Namun, aku tak gamang dengan itu semua
Aku Tak khawatir untuk tetap berkarya
Mempersembahkan kalimat-kalimat sederhana
Terukir dalam pesona syair Puisi

Ini adalah sekelumit ujian penghentian
Dari mereka yang tak senang denganku
Tapi, aku tak terpengaruh
Aku tak ingin berhenti
Berhenti berkarya

Aku merasa, inilah duniaku
Dunia yang menghadirkan nilai estetika bagi kehidupanku
Yang terus menggempur sekaligus mendidikku
Mengajarkan aku betapa berharganya karya

Aku tak merasa letih ataupun jenuh
karena Imajinasiku terus mengalir
Bersama Inspirasi yang terus menggebu
Membentang syair-syair sederhana dalam benakku

Sehingga, aku katakan,
Bahwa, aku tetap akan berkarya dalam duniaku

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Selasa 09 Oktober 2012, Pukul 14:41 Wita.

~" TERKENANG JELANG MAGRIB "~

Terkenang saat kami bercanda gurau
Melebur segala gerah yang terasa
Menuntun kami menjadi penikmat kebaikan
Saling berbagi keceriaan
Kami juga saling meriangkan

Itulah kesan yang terjadi dihari-hari kemarin
Menjadi kenangan..

Jelang magrib ini aku tak pernah jengah
Tak malu mengutarakan puji-pujian
Karena telah mendarah daging dalam relung hatiku
Menjalar ke-Urat sarafku
Menapaki nadi-nadi aliran darahku
Itu, karena kekuatan kenangan

Meski kusadari hanya sepintas
Namun, kenangan itu merambah di sudut senja
Tepat, matahari mulai meninggalkan cerita
Menjemput gelap..

Terkenang, sungguh aku mengenangnya

Terkenang cerita tersembunyi
Yang teringat jelang magrib kali ini
Sungguh aku terkenang,
Membaitkan tukikan harap di dasar hati
Menukik segala yang terjadi di hari-hari sebelumnya

Sungguh aku terkenang..

Azhari Belajar Nulis Puisi


Mamuju-Sulawesi Barat..

Jumat, 21 September 2012

~" MENOHOK PENYADARAN JIWA "~

Pohon-pohon tegak berkemayu dalam selimut penghambaan
Memuji sang khalik di pundak kehidupan
Daun-daun syukur dipanjatkan
Akar-akar sadar dinyatakan
Ranting-ranting sunnah diwujudkan
Mengharap ridho dari sang pengasih

Lalu, pada jiwa pengabdi
Mentasbihkan kalimat-kalimat indah
Menggema didarat dan lautan
Diseluruh kelopak alam nan luas
Pada insan-insan taqwa
Pada jiwa-jiwa iman
Dalam ikhlas bertaut do'a

Engkau, kalian dan semua para penghamba yang belum tersadarkan
Sadarlah,
Ingatlah,
Banyak bentangan hikmah yang begitu indah
Banyak nikmat dan rahmat
Banyak magfirah dan inayah
Banyak cinta, kasih sayang dan pengetahuan
Dicurahkan bagaikan kepingan surga

Hentakkanlah kesadaranmu
Hentakkanlah,
Agar kelak, kalian semua menjadi pribadi yang baik
Menggenggam surga dan menikmati indahnya

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Jumat 21 September 2012, Pukul 12:10 Wita.

~" KELETIHANKU "~

Aku, di selangkang malam
Dalam lingkup letih,
Mengitari relung fikir dan jiwaku
Suaraku meredup,
Bersama malam pekat menyekat
Aku letih

Kuurai kalimat-kalimat puji penghambaan
Kurajut do'a-do'a kasih dalam sanubari
Namun, letih tetap menguasaiku

Kucoba, melintasi tirani rindu menyekap
Tapi, tubuhku lunglai
Tergrogoti oleh sampul-sampul rutinitas
Sungguh letih, aku seharian

Penat, terkuras lelah
Dilelahkan oleh aktifitas

Mataku berat terbuka
Jemariku bergetar
Aku tak mampu lagi bercengkrama dengan gelap
Aku tak mampu lagi menapaki ruang-ruang tawa
Itu, karena keletihanku

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Selasa 18 September 2012, Pukul 21:59 Wita.

~" SENYUM MANIS SI GADIS MANJA "~

Saat garis-garis cahaya matahari berdiri tegak
Kulihat satu senyum lepas
Tawa memukau indah
Terasa merambah kedalam relung jiwa
Betapa tidak,
Wajahnya ayu nan lembut

Dari senyumnya yang merekah
Manis sekali,
Akupun mengakuinya,

Tersipu dan jengah aku memandang
Aku jengah, karena parasnya
Matanya sipit,
Rambutnya lurus,
Elok rupawan,
Sungguh senyum manis si gadis manja itu

Kami baru saja bersua sapa
Bercengkarama dibatas waktu
Melintasi kemanjaan pelupuk beranda
Sungguh senyum manis sigadis manja itu

Lalu, aku berkhayal Dan Ber-Imajinasi
Seolah-olah kujabat erat tangannya
Lembut serona kulitnya,
Bagai selangkang dunia khayalan
Terpatri menjelma nyata

Mungkin karena senyum manis si gadis manja itu
Hingga aku terpukau dalam pujian menggeliat

Azhari Belajar Nulis Puisi
Mamuju, Senin 17 September 2012, Pukul 14:48 Wita.